UNKLAB NURSING PORTAL

Home » All Bahasa Indonesia » Lulusan Perawat Hanya Terserap 4-10 Persen

Lulusan Perawat Hanya Terserap 4-10 Persen

Sabtu, 3 Desember 2011 | 03:30 WIB
Jakarta, Kompas – Lulusan pendidikan keperawatan dari jenjang SMK sampai magister mencapai 24.000-25.000 orang per tahun. Namun, hanya 4-10 persen di antara mereka yang diserap pasar kerja di lembaga kesehatan pemerintah dan swasta.

”Tidak ada informasi pasti ke mana alumni keperawatan yang tidak terserap pasar bekerja,” ungkap Sekretaris Jenderal Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah di sela-sela Rapat Kerja Nasional Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia di Jakarta, Jumat (2/12).

Rendahnya daya serap lulusan pendidikan keperawatan itu merupakan imbas terbatasnya anggaran pemerintah dalam merekrut pegawai negeri. Moratorium perekrutan pegawai negeri, walau ada kebijakan khusus untuk tenaga kesehatan, makin memperkecil penyerapan perawat.

Sebagian perawat yang tidak tertampung kemudian menjadi perawat di luar negeri atau menjadi pegawai honorer di sejumlah rumah sakit dan puskesmas pemerintah. Bahkan, ada sejumlah perawat di beberapa kabupaten di sejumlah provinsi menjadi tenaga sukarela yang tidak digaji.

”Ini memang tidak rasional, tetapi perawat sukarela banyak ditemui di banyak daerah,” katanya.

Data berbeda

Data pemerintah sedikit berbeda. Profil Kesehatan 2010 menyebutkan, lulusan perawat selama lima tahun terakhir mencapai 141.347 orang atau rata-rata 26.928 orang per tahun. Jumlah ini hanya yang berasal dari program diploma III politeknik kesehatan milik pemerintah dan perguruan tinggi swasta. Lulusan program sarjana dan magister tak termasuk dalam jumlah ini.

Menurut Harif, kebutuhan perawat di Indonesia sebenarnya masih sangat tinggi. Sebagai pembanding, Jepang yang berpenduduk 130 juta orang memiliki 1,3 juta perawat. ”Itu pun mereka masih meminta perawat dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara Indonesia yang memiliki 240 juta penduduk hanya memiliki 624.000 lulusan perawat. Itu pun tidak semuanya termanfaatkan.

Menurut Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan Medik, Kementerian Kesehatan, Yuti Suhartati, sebanyak 52.000 perawat ada di puskesmas dan 108.000 perawat bertugas di rumah sakit.

Kepala Pusat Standardisasi, Sertifikasi, dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi mengatakan, sejak desentralisasi, proses perekrutan tenaga kesehatan menjadi kewenangan pemerintah daerah. (MZW)

Advertisements